Powered By Blogger

Tuesday, 1 November 2011

Bpk oi kudus comunitas iwan fals

BPK Singkatan dari badan pengus kota
OI singkatan dari orang indonesia
comuniatas oi kudus kretek fals mania

.Iwan Fals
Lahir
Virgiawan Listanto
3 September 1961
Jakarta , Indonesia
Pekerjaan
Penyanyi
Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan
Listanto (lahir di Jakarta, 3 September 1961; umur
50 tahun) adalah seorang Penyanyi beraliran
balada dan Country yang menjadi salah satu
legenda hidup di Indonesia.
Lewat lagu-lagunya, ia 'memotret' suasana sosial
kehidupan Indonesia di akhir tahun 1970-an
hingga sekarang, serta kehidupan dunia pada
umumnya, dan kehidupan itu sendiri. Kritik atas
perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat,
Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal
(misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau
bencana besar yang melanda Indonesia (atau
kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia)
mendominasi tema lagu-lagu yang
dibawakannya. Namun demikian, Iwan Fals tidak
hanya menyanyikan lagu ciptaannya sendiri tetapi
juga sejumlah pencipta lain.
Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga,
pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat
Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989,
sempat masuk pelatnas dan melatih karate di
kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik).
Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa
tabloid olah raga.
Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia
sangat dipuja oleh kaum 'akar rumput'.
Kesederhanaannya menjadi panutan para
penggemarnya yang tersebar diseluruh
nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals
bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal
16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang
Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan Oi.
Yayasan ini mewadahi aktivitas para penggemar
Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang OI
dapat ditemui setiap penjuru nusantara dan
beberapa bahkan sampai ke manca negara.
[rujukan?]
Biografi
Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kdi
Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Bakat
musiknya makin terasah ketika ia berusia 13
tahun, di mana Iwan banyak menghabiskan
waktunya dengan mengamen di Bandung.
Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda
bahkan ia mengamen untuk melatih
kemampuannya bergitar dan mencipta lagu.
Ketika di SMP, Iwan menjadi gitaris dalam paduan
suara sekolah.
Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib
di Jakarta dari seorang produser. Ia lalu menjual
sepeda motornya untuk biaya membuat master.
Iwan rekaman album pertama bersama rekan-
rekannya, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule
yang tergabung dalam Amburadul, namun
album tersebut gagal di pasaran dan Iwan
kembali menjalani profesi sebagai pengamen.
Album ini sekarang menjadi buruan para kolektor
serta fans fanatik Iwan Fals.
Setelah dapat juara di festival musik country,
Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan
(almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat
direkam bersama Pepeng, Krisna, Nana Krip dan
diproduksi oleh ABC Records, tapi juga gagal dan
hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja.
Sampai akhirnya, perjalanan Iwan bekerja sama
dengan Musica Studio. Sebelum ke Musica, Iwan
sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica,
barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius.
Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya
ditangani oleh Willy Soemantri.
Iwan tetap menjalani profesinya sebagai
pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi
rumah ke rumah, kadang di Pasar Kaget atau Blok
M. Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati
dan Iwan mulai mendapatkan berbagai tawaran
untuk bernyanyi. Ia kemudian sempat masuk
televisi setelah tahun 1987. Saat acara Manasuka
Siaran Niaga disiarkan di TVRI, lagu Oemar Bakri
sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak kedua
Iwan, Cikal lahir tahun 1985, kegiatan mengamen
langsung dihentikan.
Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser
Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat
pemerintah, karena lirik-lirik lagunya dianggap
dapat memancing kerusuhan. Pada awal
kariernya, Iwan Fals banyak membuat lagu yang
bertema kritikan pada pemerintah. Beberapa lagu
itu bahkan bisa dikategorikan terlalu keras pada
masanya, sehingga perusahaan rekaman yang
memayungi Iwan Fals enggan atau lebih tepatnya
tidak berani memasukkan lagu-lagu tersebut
dalam album untuk dijual bebas. Belakangan
Iwan Fals juga mengakui kalau pada saat itu dia
sendiri juga tidak tertarik untuk memasukkan
lagu-lagu ini ke dalam album.[rujukan?]
Rekaman lagu-lagu yang tidak dipasarkan
tersebut kemudian sempat diputar di sebuah
stasiun radio yang sekarang sudah tidak
mengudara lagi. Iwan Fals juga pernah
menyanyikan lagu-lagu tersebut dalam beberapa
konser musik, yang mengakibatkan dia berulang
kali harus berurusan dengan pihak keamanan
dengan alasan lirik lagu yang dinyanyikan dapat
mengganggu stabilitas negara.

Tapi smua itu
DKSH aja
{zaxi oifals_kudus gagal santri}

No comments:

Post a Comment