Powered By Blogger

Sunday, 30 October 2011

Pelajaran spiritual dari bani isra,il

Pelajaran Degradasi Spiritual dari Bani Israil
Dimaksud perjanjian adalah janji yang lalu
maupun yang akan datang, yang ada dalam
Taurat, atau yang dialamnya ada bukti-bukti
rasional melaui pentauhidan Tindakan Ilahi dan
Sifat-sifat Ilahi, lalu disanalah
diangkat ke dalam kesan otak dari pemahaman
hakikat makna-maknanya.
"Ketika Kami mengambil perjanjianmu dan
meninggikan di atasmu bukit, "Ambillah apa yang
Kami datangkan kepadamu dengan kegigihan,
dan perhatikanlah apa yang di dalamnya agar
kamu menjadi orang yang bertaqwa." (Q.S. Al-
Baqarah : 63)
"Kemudian setelah itu kamu belokkan. Kalau
bukan karena anugerah Allah kepadamu dan
rahmatNya, niscaya kamu tergolong orang-orang
yang merugi.” (Q.S. Al-Baqarah : 64)
Maka terimalah apa yang Kami sampaikan di
dalam Taurat yang merupakan (Al-Kitabul 'Aqly
al-Furqany) dengan sikap yang serius dan gigih.
Maka jagalah aturan hukum, pengetahuan,
hakikat, dan syariatnya, agar kalian bisa menjaga
diri dari kemusyrikan, kebodohan dan kefasikan.
Tetapi setelah itu, kamu lebih mengarah kepada
orientasi kerendahan. Kalau bukan Fadhal dan
Rahmat Allah melalui hidayah terhadap arah
akalmu, dan RahmatNya melalui Cahaya hati dan
syariatmu, pasti kalian tergolong orang yang rugi.
Ulasan
Inilah peringatan Allah kepada Bani Israil ketika
kaum Nabi Musa ini mulai menyimpang dari Arah
Tauhid yang hakiki, menuju arah kerendahdinaan
kebodohan. Sebuah pelajaran bagi kita, agar kita
tetap berpegang pada Hidayah dan Cahaya Allah
yang membimbing akal dan hati kita, jangan
sampai kita dibimbing oleh nafsu dan ego kita
yang rendah. Karena nafsu dan ego ini
merupakan hijab yang menutupi hidayah dan
cahayaNya.
Hakikat makna-makna yang tercetak dibalik ayat-
ayat Ilahi adalah pengetahuan dan kema'rifatan
atas Tauhidnya. Tetapi eksploitasi keakuan dan
nafsu telah menyeret seseorang kepada
pengabaian, penolakan terhadap anugerah dan
Cahaya Allah, Fadhal dan RahmatNya.
Add a smiley
B

No comments:

Post a Comment